Tentang Kami

I. LATAR BELAKANG EKSISTENSI

Manusia bukan hanya berada di dunia dengan begitu saja, tetapi dia mengada. Mengada atau bereksistensi ialah proses menjadi manusia (human being). Manusia itu bukannya semata-mata hidup sebagai adanya manusia yang mempunyai sifat khusus kemanusiaan, tetapi manusia berkewajiban mewujudkan kemanusiaan itu.

Menjadi manusia tidak terjadi dalam ruang kosong, tetapi dalam lingkungan sesama manusia atau ruang kemanusiaan. Ruang kemanusiaan itu terwujud dalam kebudayaan dan kepercayaan manusia yang terbentang dalam proses ruang dan waktu yang kemudian melahirkan ide. Tidak ada masyarakat tanpa budaya demikian pula tidak ada masyarakat tanpa kepercayaan. Oleh karena itu, kebudayaan dan kepercayaan merupakan bagian utama dalam kehidupan manusia yang tertular secara turun temurun melalui pendidikan. Pendidikan dan kebudayaan serta kepercayaan merupakan satu kesatuan eksistensial. Kebudayaan dan kepercayaan dalam pengertian tertentu merupakan proses pendidikan dan pendidikan merupakan media transformasi kebudayaan dan kepercayaan.

Peradaban (ide) manusia berubah dari waktu ke waktu, berevolusi bahkan terjadi revolusi pada suatu waktu, semuanya terjadi di awali dengan pendidikan. Ruang pendidikan  dianggap punya andil yang maha besar dalam proses pemanusiaan (idealita), pendidikan telah menjadikan manusia primitif berubah kepada peradaban seperti saat ini, pendidikan pula yang telah memberikan wajah yang baik pada dunia, perkembangan informasi dan tehknologi telah menambah kecepatan manusia memperoleh kemajuan.

Tetapi walaupun demikian wajah pendidikan tidak selalu tampil  semenarik itu, ada juga memberi andil kerusakan pada dunia, karena pendidikan telah disalahgunkan sebagai alat untuk mengkooptasi pemikiran, menindas sehingga tidak merdeka dan menciptakan saling permusuhan di antara sesama bangsa, negara dan masyarakat. Pendidikan demikian harus disingkirkan dari muka bumi, karena telah menciptakan bahaya bagi perkembangan dan kemajuan ummat manusia.

Begitu pentingnya pendidikan bagi manusia sehingga telah ditetapkan sebagai hak yang harus dilindungi, karena sama kita saksikan, kesalahan pada pendidikan akan berakibat tidak hanya kehancuran dalam skala kecil, tetapi banyak manusia akan menjadi korban.

Melihat itu tidak salah kalau pendidikan menjadi tolok ukur kemajuan dan kemunduran sebuah masyarakat, negara dan bangsa. Semakin baik pendidikannya, maka semakin maju kehidupan di masyarakat, negara dan bangsa itu, tetapi akan sebaliknya kalau pendidikan diselenggarakan seadanya dan sangat buruk.

Pengakuan tentang pentingnya hak ini telah menjadikan sebagai rangkaian hak yang azasi yang dimiliki manusia, tidak dipenuhinya hak ini sama dengan pelanggaran hak azasi manusia, hal ini bisa demikian, karena hak pendidikan telah disepakati  di dalam Deklarasi Universal Hak Azasi Manusia sebagai hak yang harus dipenuhi yang terangkum di dalam Konvensi Hak EKOSOB dan Konvensi Hak Anak. Dalam konteks yang demikian penjabaran hak yang harus dipenuhi tersebut adalah pendidikan yang memanusiakan dengan membuka akses seluasnya tanpa diskriminasi ekonomi (kapasitas keuangan), budaya, agama dan kondisi fisik. Untuk itu Negara lah yang bertanggung jawab terhadap pemenuhannya dan individu serta rakyat diberikan peluang untuk menuntut pemenuhannya.

Dari latar belakang tersebut Sentra Advokasi untuk Hak pendidik Rakyat yang disingkat SAHdaR lahir dan berdiri pada tanggal 28 Februari 2003 yang dituangkan dalam akta pendirian dengan akta nomor tiga, yang dibuat dihadapan Agustina Karnawati Sarjana Hukum Notaris di Medan, karena melihat negara dan masyarakat Internasional (deklarator DUHAM) belum bertindak optimal kearah pemenuhan yang benar dan tepat, kondisi ini diperparah dengan masih lemahnya pemahaman rakyat tentang hak ini yang bisa dan harus dituntut.

II. VISI, MISI DAN TUJUAN.

1. Visi

Memperjuangkan Hak Pendidikan untuk rakyat.

2. Misi

a.      Tersedianya pendidikan yang dapat dinikmati semua orang tanpa kecuali.

b.      Terwujudnya pendidikan yang berkeadilan, bebas korupsi, bermoral dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sebagai bentuk tanggung jawab Negara

3. Tujuan

Untuk menjamin terciptanya kesadaran bagi pemenuhan hak pendidikan sebagai bagian dari pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya yang tak terpisahkan dari hak azasi manusia.

III. P R O G R A M.

1. Melakukan studi dan advokasi kebijakan pendidikan

2. Melakukan pengorganisasian rakyat untuk hak pendidikan

3. Melakukan litigasi kasus pelanggaran pemenuhan hak pendidikan

4. Melakukan kampanye tentang pemenuhan hak Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya

5. Melakukan pendidikan, penyuluhan, pelatihan yang tujuan untuk meningkatkan kapasitas rakyat yang tak terpisahkan dari pemenuhan Hak Pendidikan.

Yang secara garis besar SAHdaR melaksanakan Studi dan Advokasi dengan melaksanakan Kajian, Pengorganisasian dan Litigasi kasus Pendidikan dalam lingkup Hak ekonomi Sosial dan Budaya (HAK EKOSOB).

Iklan